.: Selamat Datang di Situs Resmi Dinas Koperasi dan UMKM Kota Surakarta:.
Strategi dan Arah Kebijakan

STRATEGI

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) telah melaksanakan pemberdayaan koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) agar mampu menjadi pelaku utama dalam perekonomian daerah.

Upaya dan langkah-langkah strategis pemberdayaan KUMKM akan terus dilaksanakan secara sistematis, konsisten dan berkesinambungan pada masa mendatang.

Adapun strategi pembinaan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah adalah:

  1. Meningkatkan akses pasar dan memperbesar pangsa pasar
  2. Meningkatkan kemampuan akses terhadap sumber permodalan serta memperkuat struktur permodalan
  3. Meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha dan penguasaan teknologi
  4. Meningkatkan kemampuan organisasi dan manajemen.
  5. Mengembangkan kemitraan yang mantap.


Untuk memaksimalkan implementasi strategi tersebut perlu dikaji lingkungan strategis yang akan mempengaruhi proses pemberdayaan KUMKM yang akan dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kota Surakarta pada masa mendatang dan perlu memperhatikan aspek-aspek.

  1. Kekuatan

    Sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Surakarta berperan sebagai coordinator perumusan kebijakan dan pelaksanaan kebijakan pemberdayaan Koperasi dan UMKM sinergi dengan Kebijakan Pemerintah Kota Surakarta, dunia usaha dan masysrakat akan menjadi kunci keberhasilan pemberdayaan koperasi dan UMKM. Jumlah dan tingkat pendidikan pegawai dan anggaran pembangunan yang cukup memadai merupakan sumberdaya utama Dinas Koperasi dan UMKM Kota Surakarta untuk memberdayakan proses pemberdayaan koperasi dan UMKM di Kota Surakarta.

    Komitmen Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Surakarta untuk menegakan birokrasi yang efisien dan efektif serta akuntable menjadi kunci kekuatan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Surakarta. Disamping itu, dukungan politik, masyarakat, pemerintah daerah dan lembaga legislative menjadikan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Surakarta lebih mudah mensinergikan sumberdaya yang ada di masyarakat dan dunia usaha untuk memberdayakan Koperasi dan UMKM.

  2. Kendala

    Secara umum kendala yang dihadapi Dinas Koperasi dan UMKM Kota Surakarta adalah terbatasnya sarana dan prasarana penunjang yang persebarannya kurang merata dan kurang memadai. Rendahnya prespektif dunia usahamengenai pemberdayaan Koperasi dan UMKM semata-mata urusan Dinas Koperasi dan Usaha Mirko Kecil Menengah (UMKM) hal itu menjadikan kendala utama dalam mensinergikan potensi dan sumberdaya untuk pemberdayaan Koperasi dan UMKM.

  3. Peluang

    Pulihnya perekonomian nasional dari krisis ekonomi dan pertumbuhan ekonomi selama tahun 2010-2015 mendatang yang diperkirakan lebih baik, akan membuka berbagai peluang usaha baru, terutama bagi Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Pertumbuhan ekonomi diharapkan akan makin meningkat sehingga daya beli keanekaragaman pola permintaan masyarakatpun juga meningkat. Pelaksanaan otonomi daerah yang lebih baik disertai perimbangan keuangan yang lebih adil akan meningkatkan kemampuan pemerintah Kota Surakarta untuk memperdayakan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebagai motor penggerak perekonomian daerah. Pemerintah Kota Surakarta dengan kedekatannya dengan permasalahan pelaku ekonomi di wilayah Surakarta diharapkan mampu merumuskan kebijakan yang tepat untuk memberdayakan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), sehingga akan dapat menciptakan iklim berusaha yang berkondusif dan dukungan perkuaatan bagi Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

  4. Ancaman/Tantangan

    Adanya agenda neo liberalisasi dari dunia internasional akan mengancam upaya pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Karena Liberalisasi perdagangan yang tanpa batas. Sehingga bertambahnya pelaku pasar yang multinasional yang sangat inovativ dan mampu menyajikan produk dan layanan yang labih baik, maka pelaku ekonomi termasuk Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menghadapi persaingan yang semakin ketat.

    Rendahnya partisipasi anggota koperasi dalam kegiatan usaha koperasi masih merupakan kendala pengembangan koperasi di Kota Surakarta.

    Untuk itu, pengembangan kelembagaan dan usaha koperasi, serta peningkatan citra koperasi perlu menjadi perhatian pada masa mendatang.

 

KEBIJAKAN

Untuk pengembangan perekonomian di Surakarta pada masa mendatang adalah mempercepat upaya memperkukuh struktur ekonomi yang berintikan Koperasi dan Usaha Menengah Kecil (UMKM) sebagai penggerak utama pertumbuahan ekonomi, yang pro pengurangan kemiskinan dan peningkatan lapangan pekerjaan.